Informasi Tarif Sewa Porter dan Peralatan Mendaki Gunung Rinjani

Informasi Tarif Sewa Porter dan Peralatan Mendaki Gunung Rinjani

Informasi Tarif Sewa Porter dan Peralatan Mendaki Gunung Rinjani

Pada artikel sebelumnya telah kita bahas bagaimana serunya wisata petualang mendaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Beberapa teman ada yang tanya mengenai tarif sewa porter, sewa peralatan mendaki, jalur pendakian, dan hal-hal kecil lain yang turut mendukung kelancaran acara liburan Rinjani Trekking. Maka pada artikel kali ini akan membahas lagi persiapan mendaki Gunung Rinjani. Semoga Anda nggak bosan membaca.

Menghabiskan masa liburan di tempat wisata impian merupakan kegiatan yang sesuatu banget. Apalagi kalau liburan tersebut dilakukan di alam terbuka dan terbebas dari kemacetan kota. Bukan hanya pikiran yang jadi lebih fresh, tetapi berlibur menjelajah alam bisa menambah pengalaman-pengalaman baru yang tidak akan kita jumpai di tempat wisata keramaian.

Gunung Rinjani merupakan salah satu tempat wisata alam favorit di Indonesia Timur. Agar kegiatan mendaki gunung berjalan lancar, kita perlu persiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental. Persiapan tersebut meliputi budget liburan, waktu yang tepat, kesehatan yang prima, dan pengetahuan teknis mendaki. Oke, langsung saja kita bahas pengetahuan praktis mendaki di Gunung Rinjani menurut pengalaman saya dan rangkuman berbagi sumber di milis backpacker.

Tarif Sewa Porter di Gunung Rinjani

Kegiatan liburan mendaki gunung membutuhkan persediaan makanan yang cukup selama beberapa hari. Biasanya kita butuh waktu 3 hari untuk bisa menikmati pemandangan alam Rinjani. Nah, selama 3 hari itu tentu kita butuh makan, minum, tidur, buang air, dan kegiatan rutin makhluk hidup lain. Anda tentu nggak ingin ribet bawa barang-barang amunisi liburan. Untuk itu, para pendaki butuh jasa porter. Porter adalah orang yang bisa wisatawan sewa untuk membawakan peralatan mendaki gunung.

Berapa tarif sewa porter di Rinjani? Tahun 2010 lalu harga sewa porter adalah Rp 80.000 per orang per hari. Informasi terbaru yang saya dapat dari kawan-kawan backpacker, tarif porter Rinjani sekarang di kisaran Rp 100.000/hari per orang. Perbedaan harga porter bisa saja terjadi. Hal ini tergantung kemampuan nego pendaki. Tapi kalaupun ada selisih harga pasti nggak akan jauh dari harga itu.

Ada aturan yang berlaku selama pendaki menyewa porter, yaitu pendaki bertanggungjawab menyediakan sebungkus rokok setiap hari kepada porter yang disewa. Kebutuhan makan, minum, dan tidur porter juga harus ditanggung pendaki. Unfortunately, pendaki nggak bisa memilih porter mana yang akan mendampingi mereka. Sudah ada semacam waiting list yang dibuat komunitas porter dengan tujuan mengatur jadwal kerja porter secara bergilir. Jadi, pintar-pintar kita bernego dan berkomunikasi dengan porter terpilih.

Penyewaan Peralatan Rinjani Trekking di Senaru

Walaupun liburan mendaki gunung butuh alat-alat pendukung, tapi kita nggak harus bawa alat-alat tersebut dari rumah kan? Ribet banget. Pilihan praktis tentu saja menyewa di lokasi start pendakian. Peralatan yang pendaki butuhkan selama masa pendakian dan berkemah antara lain tenda, sleeping bag, peralatan memasak, senter, dan lain-lain. Walaupun peralatan berkemah tersebut kelihatan remeh tapi tetap saja dibutuhkan oleh para pendaki selama liburan berpetualang di atas gunung.

Dan untuk Rinjani trekking sendiri, tempat penyewaan alat mendaki tidak tersedia di Sembalun. Pilihan menyewa alat berkemah di Gunung Rinjani adalah pada Senaru. Jadi, kalau sudah tiba di kota Mataram, wisatawan langsung menuju Senaru untuk menyewa peralatan hiking. Kalau sudah dapat peralatan yang disewa, perjalanan lanjut naik carry ke Sembalun untuk melakukan pendakian. Kenapa tidak langsung mendaki di Senaru? Jawabnya ada di paragraf selanjutnya.

RINJANI SENARU TREKKING ROUTE – SENARU WATERFALLS – SENARU VILLAGE – SENARU RIM – SENARU PLAWANGAN – RINJANI NATIONAL PARK

Pilihan Jalur Pendakian Gunung Rinjani: Senaru Atau Sembalun?

Mendaki gunung yang menjadi salah satu tempat wisata di Pulau Lombok ini sebenarnya bisa dimulai dari arah mana saja. Namun secara umum terdapat dua jalur awal pendakian yang populer di Rinjani, yaitu Sembalun dan Senaru. Apa beda Sembalun dan Senaru? Jalur pendakian Rinjani dari Senaru sebenarnya lebih dekat dan lebih cepat menuju puncak Gunung Rinjani. Tapi jalan yang dilalui lumayan terjal. Tantangannya terasa lebih berat. Lokasi awal pendakian ini nggak direkomendasikan untuk pendaki pemula.

Beda halnya kalau wisatawan memilih mendaki dari lokasi start di Sembalun. Kalau dilihat dari jaraknya, jalur trekking Sembalun memang lebih jauh menuju puncak Rinjani, sehingga butuh waktu lama untuk sampai. Tapi kelebihan Sembalun adalah jalannya tidak terlalu terjal dan pemandangan alamnya juga lebih indah. Meskipun butuh waktu pendakian lebih lama, tapi semua itu akan terbayar oleh panorama Rinjani yang eksotis. Buat wisatawan yang hobi fotografi, bersiaplah mengabadikan salah satu gambar tempat wisata terbaik di Indonesia Timur.

Jika start pendakian dimulai dari Sembalun, maka finish pendakian akan kembali ke Senaru. Kenapa ke Senaru? Ya tadi kan kita pinjam alat-alat berkemah di Senaru, ya harus dikembalikan dong. Jalur yang direkomendasikan oleh kebanyakan teman-teman pendaki memang demikian. Berangkat naik ke puncak gunung Rinjani dari Sembalun dan turun gunung di Senaru. Jalur pergi-pulang yang berbeda ini akan memberikan pengalaman yang menarik selama liburan petualang di tempat wisata alam Gunung Rinjai.

Itulah informasi yang bisa saya bagi mengenai liburan mendaki Gunung Rinjani. Informasi ini bisa saja berubah setiap saat. Bila ada perbedaan atau kesalahan info, silakan teman-teman koreksi di kolom komentar. Semoga artikel ini bisa berguna untuk persiapan liburan Anda. Ayo berlibur mendaki Gunung Rinjani!

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *